nnuurriikkaa's notes
these notes represent all 'bout my feeling ^^
21 November, 2012
kapan ??
aku melihatmu, namun sepertinya kau tak menyadari.
aku menatapmu, namun sepertinya kau terpana tanpa arti.
aku tersenyum padamu, namun sepertinya kau tak mengerti.
aku tertawa, namun sepertinya kau termangu.
aku berjalan denganmu, namun sepertinya aku tertinggal jauh.
lalu kapan aku bisa berjalan disampingmu? menatapmu? dan tertawa bersamamu?
11 November, 2012
'bout us
cinta tidak hadir dari keakraban yang panjang ,
tidak juga dari pendekatan yang lama ,
melainkan dari keikhlasan hati untuk menyatukan perbedaan dan keinginan untuk berbagi dengan seikat janji , untuk melalui suka dan duka hidup berdua ,
saling mengisi dan memaafkan ,
saling menjaga dan saling percaya :)
can you steal my heart more than now ♥ ?? :D
#DahlanIskan's Says
Jika yang kita kehendaki terus kita miliki, darimana kita belajar ikhlas.
Jika semua yang kita inginkan terwujud, darimana kita belajar sabar.
Jika semua do'a kita dikabulkan, bagaimana kita belajar ikhtiar.
Seseorang yang dekat dengan Tuhan bukan berarti tidak ada air mata.
Seseorang yang taat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan.
Seseorang yang tekun berdo'a, bukan berarti tidak ada masa sulit.
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Tuhan tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.
Ketika karyamu tidak dihargai, maka saat itu kamu belajar ketulusan.
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu belajar keikhlasan.
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang memaafkan.
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar kesungguhan.
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang keteguhan.
Ketika kamu harus membayar biaya yang tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar kemurahan hati.
Tetap semangat :)
Tetap sabar :)
Tetap tersenyum :)
Karena kamu sedang menimba ilmu di Universitas Kehidupan.
Tuhan menaruhmu di 'tempatmu' yang sekarang, bukan karena 'kebetulan'.
Orang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan, dan air mata.
19 September, 2012
kami wanita hei Tuan
-copasdarinoteteman-
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespear, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantic itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus Kahlil Gibran, kami akan sangat senang -sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, Tuan)
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, Tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrilian Issac Newton, namun kami sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng-sixpack-an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian daripada Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran dengan kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan di rumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum pulang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka dari itu jangan trade off (menukar) keadaan seperti itu dengan Game PS terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!!!!!!!).
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali kami akan jawab “iya, bentar lagi nih.”
Kami, para wanita tau kalian bukanlah Demian yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka dari itu kami tidak pernah meminta hal-hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga mawar di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tau kita harus berpisah saat itu.
Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak-bahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba- coba menjadi juru selamat untuk mencoba kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada di samping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.
Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu. (jangan hanya sampai depan gang, hey, Tuan !!!!)
Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami mengangis di hadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian di hadapan kami menampung berapa bayak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang -menurut kami- sangat terlihat jelek sekali saat menangis.
Mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu, bla-bla-bla”).
Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, Tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”. Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, Tuan.
Kami tidak senang bermain-main, Tuan Pemuda. Maka tolong JAGA HATI yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “ge-er”, tapi sekali kami menaruh hati pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakannya). Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan Anda, terbiasa melakukan semuanya dengan Anda. Maka tolong, mengertilah Tuan.
Karena kami, wanita, sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini.
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespear, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantic itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus Kahlil Gibran, kami akan sangat senang -sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, Tuan)
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, Tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrilian Issac Newton, namun kami sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng-sixpack-an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian daripada Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran dengan kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan di rumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum pulang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka dari itu jangan trade off (menukar) keadaan seperti itu dengan Game PS terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!!!!!!!).
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali kami akan jawab “iya, bentar lagi nih.”
Kami, para wanita tau kalian bukanlah Demian yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka dari itu kami tidak pernah meminta hal-hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga mawar di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tau kita harus berpisah saat itu.
Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak-bahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba- coba menjadi juru selamat untuk mencoba kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada di samping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.
Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu. (jangan hanya sampai depan gang, hey, Tuan !!!!)
Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami mengangis di hadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian di hadapan kami menampung berapa bayak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang -menurut kami- sangat terlihat jelek sekali saat menangis.
Mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu, bla-bla-bla”).
Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, Tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”. Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, Tuan.
Kami tidak senang bermain-main, Tuan Pemuda. Maka tolong JAGA HATI yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “ge-er”, tapi sekali kami menaruh hati pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakannya). Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan Anda, terbiasa melakukan semuanya dengan Anda. Maka tolong, mengertilah Tuan.
Karena kami, wanita, sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini.
Cemburu kah aku ??
Wanita mana sih yang tidak bahagia manakala ada seorang pria mau menjadikan dirinya ratu dihatinya ??
Aku pun pernah merasakan hal itu :D
Sayang, aku tau lukamu belum sembuh.
Namun percayalah, karena di penghujung setiap malam ada pagi yang cerah, di balik batu yang besar ada mata air yang sejuk, dan setelah perjuangan ada buah ranum yang siap dipetik.
“dan disetiap waktuku ada kamu di hatiku”
Kata – kata itu yang terucap olehmu ketika aku berusaha menenangkan dirimu dari kegalauan.
Selalu manis memang ucapan dari bibirmu.
Aku merasa wanita satu – satunya dalam hati dan pikiranmu.
Pernah kau bercerita tentangnya. Dia. Dia yang dulu pernah singgah di hatimu sebelum aku. Dia yang entah aku tak tau pesonanya sampai sekarang masih sering terucap namanya dalam percakapan seharian kita.
Sadarkah kau ??
Rasa iri merajai hati, ingin ku meronta.
Tapi aku merasa bukan syapa – syapa di matamu. Aku kalah.
Yaaa,, aku kalah. Aku sudah bertanding, aku sudah berusaha, dan aku sudah sekuat tenaga untuk menjadi yang baik disampingmu. Biar waktu yang menjawabnya.
Terkadang aku ingin bertemu dengannya. Mengenalnya. Barangkali ada banyak hal yang bisa kupelajari untuk aku membahagiakanmu. Namun aku bukan dia, sayang. Aku tidak akan pernah bisa seperti dia. Karena memang AKU berbeda dengan DIA.
Aku pun pernah merasakan hal itu :D
Sayang, aku tau lukamu belum sembuh.
Namun percayalah, karena di penghujung setiap malam ada pagi yang cerah, di balik batu yang besar ada mata air yang sejuk, dan setelah perjuangan ada buah ranum yang siap dipetik.
“dan disetiap waktuku ada kamu di hatiku”
Kata – kata itu yang terucap olehmu ketika aku berusaha menenangkan dirimu dari kegalauan.
Selalu manis memang ucapan dari bibirmu.
Aku merasa wanita satu – satunya dalam hati dan pikiranmu.
Pernah kau bercerita tentangnya. Dia. Dia yang dulu pernah singgah di hatimu sebelum aku. Dia yang entah aku tak tau pesonanya sampai sekarang masih sering terucap namanya dalam percakapan seharian kita.
Sadarkah kau ??
Rasa iri merajai hati, ingin ku meronta.
Tapi aku merasa bukan syapa – syapa di matamu. Aku kalah.
Yaaa,, aku kalah. Aku sudah bertanding, aku sudah berusaha, dan aku sudah sekuat tenaga untuk menjadi yang baik disampingmu. Biar waktu yang menjawabnya.
Terkadang aku ingin bertemu dengannya. Mengenalnya. Barangkali ada banyak hal yang bisa kupelajari untuk aku membahagiakanmu. Namun aku bukan dia, sayang. Aku tidak akan pernah bisa seperti dia. Karena memang AKU berbeda dengan DIA.
untukmu kekasihku
Entah apa yang kurasa saat ini,
Haruskah aku kembali terpuruk dalam situasi yang sungguh tak mendukungku,
Kamu, ya kamuu :)
Bahagia ku bisa memilikimu, bahagia ku bisa memperhatikanmu, bahagia ku bisa menyayangimu, dan bahagia ku bisa menitipkan hatiku padamu sayang ,
Ku hargai segala kejujuran dan pengakuanmu, ku sanggupi untuk ku tak marah dengar semua itu.
Sungguh sayang, aku tak marah :)
Namun hati wanita mana yang sanggup tersenyum mendengar bahwa dia hanya sebuah pelarian yang entah sampai kapan kamu membutuhkannya dan sewaktu – waktu dapat kau campakan ditengah jalan.
Cinta memang sederhana, tak ada yang merencanakan, dan kita bertemu untuk sama – sama menyembuhkan luka, ya sesederhana itu.
Apakah kau mempercayainya ??
Tidak sepertinya .
Entah sedalam apa dia menancapkan luka di hatimu, aku tak tau.
Sampai kau tega membagi luka itu denganku :’)
Yang ku tau, aku ada dan berharap mengobati luka itu.
Aku senang dengan pengakuanmu, meskipun seperti boomerang yang dapat menohokku sewaktu – waktu.
Maaf , mungkin saja aku belum percaya dengan semua janji yang terucap olehmu. Manis memang ketika kau menawarkan kasih sayang dan penjagaan akan diriku untuk tetap disampingmu. Dan ketahuilah sayang sesuatu yang sudah pecah mungkin saja bisa kau perbaiki seperti semula, namun harus kau ketahui bahwa sesuatu itu sudah rapuh.
Sayang, memang kau yang terbaik untuk saat ini yang kumiliki. Beri keyakinan untuk ku menjalani hubungan ini. Bahwa apa yang kita jalani saat ini bukan hanya sebuah prosedur karna kita terikat sebuah status.
Sayang, ku percayakan hati ini. Sekali ku titipkan hati pada seorang pria tak mudah untukku menggantikannya. Ku percaya kau bukan penjahat yang mencuri hatiku. Namun kau juara karena tlah memenangkan hatiku dengan perjuanganmu.
Kita sama – sama tau waktu takkan berputar kembali. Izinkan aku menitipkan terang itu kepadamu, pria yang sungguh tak ingin aku sia – siakan saat ini .
Haruskah aku kembali terpuruk dalam situasi yang sungguh tak mendukungku,
Kamu, ya kamuu :)
Bahagia ku bisa memilikimu, bahagia ku bisa memperhatikanmu, bahagia ku bisa menyayangimu, dan bahagia ku bisa menitipkan hatiku padamu sayang ,
Ku hargai segala kejujuran dan pengakuanmu, ku sanggupi untuk ku tak marah dengar semua itu.
Sungguh sayang, aku tak marah :)
Namun hati wanita mana yang sanggup tersenyum mendengar bahwa dia hanya sebuah pelarian yang entah sampai kapan kamu membutuhkannya dan sewaktu – waktu dapat kau campakan ditengah jalan.
Cinta memang sederhana, tak ada yang merencanakan, dan kita bertemu untuk sama – sama menyembuhkan luka, ya sesederhana itu.
Apakah kau mempercayainya ??
Tidak sepertinya .
Entah sedalam apa dia menancapkan luka di hatimu, aku tak tau.
Sampai kau tega membagi luka itu denganku :’)
Yang ku tau, aku ada dan berharap mengobati luka itu.
Aku senang dengan pengakuanmu, meskipun seperti boomerang yang dapat menohokku sewaktu – waktu.
Maaf , mungkin saja aku belum percaya dengan semua janji yang terucap olehmu. Manis memang ketika kau menawarkan kasih sayang dan penjagaan akan diriku untuk tetap disampingmu. Dan ketahuilah sayang sesuatu yang sudah pecah mungkin saja bisa kau perbaiki seperti semula, namun harus kau ketahui bahwa sesuatu itu sudah rapuh.
Sayang, memang kau yang terbaik untuk saat ini yang kumiliki. Beri keyakinan untuk ku menjalani hubungan ini. Bahwa apa yang kita jalani saat ini bukan hanya sebuah prosedur karna kita terikat sebuah status.
Sayang, ku percayakan hati ini. Sekali ku titipkan hati pada seorang pria tak mudah untukku menggantikannya. Ku percaya kau bukan penjahat yang mencuri hatiku. Namun kau juara karena tlah memenangkan hatiku dengan perjuanganmu.
Kita sama – sama tau waktu takkan berputar kembali. Izinkan aku menitipkan terang itu kepadamu, pria yang sungguh tak ingin aku sia – siakan saat ini .
PEMBERHENTIANKU
malam begitu senyap,
dimana ku mulai memikirkanmu.
langit begitu pengap,
dimana ku mulai mengagumimu.
waktu begitu cepat,
dimana ku mulai membutuhkanmu.
arah begitu sesat,
dimana ku mulai merindukanmu.
lelah begitu penat,
dimana ku mulai menyayangimu.
tapi kini,,,
tidur begitu lelap,
dimana ku berhenti mencarimu, karena ku tlah menemukanmu terbaring di samping mimpiku
dimana ku mulai memikirkanmu.
langit begitu pengap,
dimana ku mulai mengagumimu.
waktu begitu cepat,
dimana ku mulai membutuhkanmu.
arah begitu sesat,
dimana ku mulai merindukanmu.
lelah begitu penat,
dimana ku mulai menyayangimu.
tapi kini,,,
tidur begitu lelap,
dimana ku berhenti mencarimu, karena ku tlah menemukanmu terbaring di samping mimpiku
Langganan:
Postingan (Atom)