Entah apa yang kurasa saat ini,
Haruskah aku kembali terpuruk dalam situasi yang sungguh tak mendukungku,
Kamu, ya kamuu :)
Bahagia ku bisa memilikimu, bahagia ku bisa memperhatikanmu, bahagia ku bisa menyayangimu, dan bahagia ku bisa menitipkan hatiku padamu sayang ,
Ku hargai segala kejujuran dan pengakuanmu, ku sanggupi untuk ku tak marah dengar semua itu.
Sungguh sayang, aku tak marah :)
Namun hati wanita mana yang sanggup tersenyum mendengar bahwa dia hanya sebuah pelarian yang entah sampai kapan kamu membutuhkannya dan sewaktu – waktu dapat kau campakan ditengah jalan.
Cinta memang sederhana, tak ada yang merencanakan, dan kita bertemu untuk sama – sama menyembuhkan luka, ya sesederhana itu.
Apakah kau mempercayainya ??
Tidak sepertinya .
Entah sedalam apa dia menancapkan luka di hatimu, aku tak tau.
Sampai kau tega membagi luka itu denganku :’)
Yang ku tau, aku ada dan berharap mengobati luka itu.
Aku senang dengan pengakuanmu, meskipun seperti boomerang yang dapat menohokku sewaktu – waktu.
Maaf , mungkin saja aku belum percaya dengan semua janji yang terucap olehmu. Manis memang ketika kau menawarkan kasih sayang dan penjagaan akan diriku untuk tetap disampingmu. Dan ketahuilah sayang sesuatu yang sudah pecah mungkin saja bisa kau perbaiki seperti semula, namun harus kau ketahui bahwa sesuatu itu sudah rapuh.
Sayang, memang kau yang terbaik untuk saat ini yang kumiliki. Beri keyakinan untuk ku menjalani hubungan ini. Bahwa apa yang kita jalani saat ini bukan hanya sebuah prosedur karna kita terikat sebuah status.
Sayang, ku percayakan hati ini. Sekali ku titipkan hati pada seorang pria tak mudah untukku menggantikannya. Ku percaya kau bukan penjahat yang mencuri hatiku. Namun kau juara karena tlah memenangkan hatiku dengan perjuanganmu.
Kita sama – sama tau waktu takkan berputar kembali. Izinkan aku menitipkan terang itu kepadamu, pria yang sungguh tak ingin aku sia – siakan saat ini .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar